Peluang Usaha Budidaya Ternak Ulat Jerman Yang Menjanjikan. Jual 1 Kotak Paket Ulat Jerman.

Ini Dia Alasan Kenapa Usaha Ternak Ulat Jerman dan Ulat Hongkong Layak Kamu Coba!

Gopanen.id – Peluang Usaha Ternak Ulat Jerman dan Budidaya Ulat Hongkong merupakan salah satu program pelatihan kewirausahaan ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Gopanen Artha Niaga sejak tahun 2020. Dimana dalam Program Pelatihan tersebut Kamu akan diajarkan dan langsung praktik Cara Ternak Ulat Jerman dan Ulat Hongkong dari A – Z hingga Panen Melimpah.

Mengapa Peluang Usaha Ternak Ulat Jerman & Ulat Hongkong ini Layak Kamu Coba?

Dewasa ini perkembangan hobi masyarakat terhadap burung kicau dan Reptil semakin pesat dikarenakan adanya tren memelihara berbagai jenis repil, burung kicau dan lomba adu kicau yang sering diselenggarakan di berbagai daerah. Hal tersebut berdampak pada peningkatan jumlah pecinta burung kicau maupun pecinta hewan reptil.

Data juga menyebutkan Peningkatan penangkaran burung kicau sangat pesat di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan hasil penangkaran burung di Indonesia menggerakan ekonomi dengan nilai mencapai Rp 1,7 triliun per tahun. “Dari sisi penangkaran burung kicau. Perputaran uang mencapai Rp 1,7 trilun per tahun. Nilai ekonomi itu dilihat dari penyediaan pakan, sangkar, hingga obat-obatan,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Festival Burung Kicau Piala Presiden 2018 di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/3). Dalam acara tersebut, sebanyak 3000 burung mengikuti 30 kelas yang dilombakan untuk mendapatkan Piala Presiden. (http://www.beritasatu.com/megalopolis/482625-penangkaran-burung-kicau-hasilkan-perputaran-uang-rp-17-t-per-tahun.html).

Melihat potensi pasar yang besar terhadap pecinta burung kicau perlu digaris bawahi akan kebutuhan pakan burung kicau yang semakin bertambah dikarenakan adanya peningkatan pemelihara burung kicau. Kebutuhan pakan burung kicau seperti jangkrik, pur, telur semut (kroto), ulat hongkong dan ulat jerman dapat dijadikan lahan bisnis yang menggiurkan. Selain Budidaya Jangkrik, Budidaya Ulat Hongkong dan Ternak Ulat Jerman merupakan salah sat Peluang Usaha yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan pakan burung kicau yang digemari karena mengandung protein tinggi bagi burung kicau itu sendiri.

Kami melihat adanya potensi Budidaya Ulat Hongkong dan Ternak Ulat Jerman di wilayah Jabodetabek. Dengan membuka atau menggiatkan kegiatan usaha ekonomi kreatif maka diharapkan akan memperluas lapangan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya yang telah bergabung menjadi Anggota Mitra Binaan Goapnen ke depan diharapkan kesejahteraan anggota secara bertahap dapat terwujud dan terealisasikan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Maka Gopanen menyelenggarakan Program Pelatihan, Pembinaan dan Pendampingan Kewirausahaan Mandiri Unit Usaha Ekonomi Kreatif Budidaya Ulat Jerman, Budidaya Ulat Hongkong dan Burung Murai Batu.”

Keunggulan Produk Yang Dimiliki Oleh Ulat Jerman

  • Ulat Hongkong dan Ulat Jerman dapat bertumbuh cepat, tahan terhadap penyakit serta harga jual yang lebih tinggi.
  • Dapat diternakkan dan dijual belikan untuk pakan burung, bahan tepung dan dikeringkan untuk makanan ringan mengandung protein tinggi.
  • Dapat dibudidayakan untuk tujuan ekonomis.

Saat ini, di Korea dan beberapa negara lainnya juga telah mengembangkan produk olahan yang menggunakan bahan dasar Ulat Jerman dan atau Ulat Hongkong. Ada yang dijadikan sebagai cemilan makanan ringan, campuran cream gula susu bahkan sebagai bahan dasar kosmetik dan saat ini juga telah dikembangkan produk olahan MInya Goreng Sehat Premium dari Ulat Jerman dan Ulat Hongkong.  Hal ini juga membuka peluang Ekspor ke luar negeri sangat terbuka dengan lebar.

Nah jadi bagaimana menurut kalian? Apakah Budidaya Ternak Ulat Jerman dan Ulat Hongkong ini layak untuk kamu coba juga? Segera bergabung menjadi Mitra Binaan Gopanen dengan mengikuti Program Pelatihan Budidaya Ulat Jerman dan Budidaya Ulat Hongkong dengan Paket Pelaihan bisa kamu baca melalui Link berikut: Program Pelatihan Kewirausahaan Gopanen.